UN Gelar Seminar Nasional IT

SUARAMANADO, Manado : Kamis (24/11) seminar tentang IT dan software berlangsung di kampus Universitas Nusantara. Seminar mendatangkan dua pembicara nasional berpengalaman internasional, yakni David Elisafan, mantan Direktur Utama PT. MYOH Technology, Tbk. yang sekarang ini sebagai komisaris PT. Pyxis Ultimate Solution dan Dr. Ir. Innocentius Bernarto, M.M., M.Si., dosen fakultas ekonomi jurusan management Universitas Pelita Harapan, Jakarta.

Rencana mengadakan seminar di Universitas Nusantara dengan salah satu instruktur tercetus ketika rektor UN Lucky Mangkey S.E. M.Kom mengikuti Munas Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) di Malang baru-baru ini dan bertemu dengan David Jakubus Elisafan M.Com, jebolan New South Wales University yang sekarang sebagai komisaris di perusahaan yang bergerak di bidang penyedia software. Bekerjasama dengan SUARAMANADO, seminar berlangsung selama satu hari dan berlangsung sukses.

Dibuka oleh wakil rektor I, Fandi Latuni, S.Pd. M.Si, seminar disambut baik oleh rektor yang juga ikut hadir dan memberikan kata-kata sambutan. Bertempat di ruang kelas exekutif kampus Universitas Nusantara, David Elisafan, mantan Direktur Utama PT. MYOH Technology, Tbk. yang sekarang ini sebagai komisaris PT. Pyxis Ultimate Solution memberikan workshop dan seminar sehubungan dengan perancangan software komersial. Seminar yang dihadiri oleh para mahasiswa tingkat akhir dan para dosen ini berlangsung santai dan penuh keakraban dengan diselingi pertanyaan dari para peserta seminar.

Selain David, instruktur lainnya adalah Dr. Ir. Innocentius Bernarto, M.M., M.Si., dosen fakultas ekonomi jurusan management Universitas Pelita Harapan, Jakarta. Pada kesempatan itu, pak Inno, sapaan akrabnya, memberikan seminar dan workshop mengenai Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan program AMOS untuk penelitian. Doktor jebolan Universitas Padjajaran Bandung yang ternyata masih berdarah Manado dan menikah dengan warga Manado ini terlihat begitu akrab dalam membawakan materinya.

Inno juga menawarkan asistansi kepada mahasiswa maupun dosen yang ingin mengadakan penelitian atau berkeinginan mengadakan penelitian bersama.

“Saya ajak dosen UN untuk mengadakan penelitian bersama, kalau bisa kita juga buat jurnal bersama antara Universitas Pelita Harapan dan Universitas Nusantara dengan susunan tim redaksi gabungan dari dua institusi ini” demikian papar pak Inno.

Seminar IT dan Bisnis India Dapat Sambutan Hangat

SUARAMANADO, Manado: Sulawesi Utara dengan potensi bisnis dan pariwisatanya telah mengundang ketertarikan negara India untuk melirik daearh ini sebagai kekuatan baru di bidang IT dan bisnis di Indonesia. Dalam rangka memeriahkan20 tahun hubunga India-ASEAN, hari ini, Senin (12/11) sebuah seminar bisnis dan IT digelar oleh konsulat Jendral India, Bali di lantai 4 Kantor Pusat Universitas Sam Ratulangi.

Seminar yang menampilkan pembicara utama Parag Wagle, Country Manager-Indonesia, Tata Consultancy Services yang juga pakar di bidang teknologi nano cukup menarik perhatian akademisi dan pelaku bisnis daerah ini. Sejumlah pengusaha India dan SULUT serta para akademisi dan praktisi di bidang IT dan bisnis terluhat mengikuti acara selama 2 jam itu dengan seksama. Dalam sambutan rektor Unsrat yang diwakili oleh PR 2 Prof Dr. J Polii Mandang, diungkapkan bahwa. Lucky Mangkey wakil ketua bidang IT Kadin SULUT atas nama Kadin SULUT mengungkapkan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya pertemuan IT dan bisnis.

Dijelaskannya saat ini IT memberikan kontribusi yang besar dalam perkembangan ekonomi, karenanya pihaknya sangat menyambut baik adanya kerjasama antara pemerintah SULUT dengan kedutaan India juga sektor swasta di kedua belah pihak. di tempat yang sama, Deputi Duta Besar Indonesia untuk India, Donnilo Anwar mengungkapkan bahwa pemerintah sudah meluncurkan master plan bisnis di Indonesia meliputi pariwisata, ICT dan sosial budaya.

Atas nama gubernur SULUT, Sinyo Harry Sarundajan, Noldy Tuerah memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kedutaan India, Unicersitas Sam Ratulangi dan Kadin Sulawesi Utara. Dikatakannya bahwa pemerintah Indonesia dan India telah menyepakati kerjasama dalam bidang pariwisata, ICT, agrukultural, pendidikan dan elektrikal. “North Sulawesi is a new Indonesia gateway”, ungkap Noldy Tuerah.

Duta besar India diapit para pembicara.

Duta Besar India untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste dalam sambutannya mengajak peserta seminar untuk membuka website kedutaan India di Jakarta. Menurutnya, Indonesia memiliki populasi terbesar di dunia, “kita perlu membina hubungan yang baik”, ungkap Dubes Gurjit Singh. Selain Parag Wagle, seminar juga menampilkan akademisi IT SULUT yakni Stanley Karouw, Xaverius Najoan, serta pengusaha India dan SULUT yakni Halim Raemon Ciakaren Perwakilan Kadin India untuk Sulawesi Utara, Tonny Korah, ketua dewan koordinasi investasi SULUT, Johny Lieke sebagai wakil ketua Kadin bidang Pariwisata, Perhotelan dan asosiasi restoran. Acara diakhiri dengan ucapan terima kasih Konsulat Jendral India di Bali, A.S. Takhi.