Konsep E-Satisfaction Ai Mangindaan Dinilai Brilian Oleh APTIKOM

Kadis Kominfo Manado, H. Waworuntu (Paling Kanan), Ketua APTIKOM SULUT, Lucky Mangkay, SE. M.Kom,(Keuda Kanan) Dalam Seminar Nasional IT di Kantor Walikota Manado.

SUARAMANADO, Manado. Wakil Walikota Manado, Harley A.B. Mangindaan menjadi Keynot–speak pada kegiatan Training Of Consulors ToT ICT Pura dan Seminar Nasional Building Cyber Bridges Between Our Cities and Citizen di Ruang pertemuan Toar Lumimuut, Kantor Walikota Manado (12/7) yang dilaksanakan bersama Kemeninfo dan APTIKOM SULUT.

Wakil Walikota, Harley A.B. Mangindaan SE. M.S.M Sebagai Keynot Speaker Seminar Nasional IT di Kantor Walikota Manado

Ketua APTIKOM Sulawesi Utara, Lucky Mangkey, SE. M.Kom menjelaskan tujuan kegiatan ini yaitu, dalam rangak memberi pelatihan kepada tim penilai ITC Pura, yang akan menilai Kaabupaten / Kota di SULUT yang diikutkan dalam lomba ICT Pura, untuk mencari pengguna IT terbaik.

 

 

Peserta Seminar Nasional IT di Kantor Walikota Manado

Terkait dengan seminar nasional yang menghadirkan Dr. Armin Lawis, S.Si M.Kom sebagai Ketua APTIKOM Sulawesi, memaparkan perkembangan IT yang dapat meminimalkan biaya jika dilakukan secara konvensional. Kedepan menurut Lucky, ditargetkan tahun 2015, akses jaringan interkoneksi antara Pemerintah Kota dan Kelurahan akan terhubung secara on line.

 

Disisi yang lain, menurut Wakil Walikota Manado, Harley A.B. Mangindaan, saat ini pihaknya mengalami kesulitan mengakses informasi dari setiap SKPD lingkup Pemerintah Kota Manado. Ai, sapaan akrabnya, memberi tantangan kepada APTIKOM untuk bersama-sama pemerintah Kota Manado, membangun interkoneksi antar SKPD di Kota Manado.

 

Penitia & Narasumber Seminar Nasional IT di Kantor Walikota Manado

Saat memberi pemaparan tentang prospek perkembangan IT di Kota Manado, Wakil Walikota, mempunyai satu mimpi yang akan dituangkan pada Disertasi kandidat Doktor yaitu konsep e-Satisfiction. Maksudnya adalah, sebelum orang luar menginjakkan kakinya di Kota Manado, dia telah memiliki konsep dan gambaran jelas tentang Kota Manado melalui fasilitas iT yang akan dikembangkan.

 

e-Satisfiction, sebagai cara memberi pelayanan kepada masyarakat di Indonesia maupun mancanegara tentang apa saja yang ada di daerah ini. Sehingga pilihan wisatawan untuk berkunjung di Manado diharapkan semakin meningkat. Walau demikian konsep ini, menurut, Ai, ada sedikit kendala dari pihak Dosen Pembimbingnya.

Ketua APTIKOM Sulawesi, Dr. Armin Lawi, justru menilai konsep Wakil Walikota tentng e-Satisfiction merupakan ide brilian yang patut ditunjang oleh dunia IT termasuk APTIKOM. Hal ini sangat berkolaborasi dengan potensi daerah ini yang memiliki keunggulan Komparatif disbanding daerah lain.

Terutama dari segi peluang pariwisata. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Infokom Kota Manado. Hanny Waworuntu, yang baru beberapa waktu dipercayakan sebagai Kadis Infokom.

Waworuntu, memberi apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini di Kota Manado. Semua masukan dan saran perbaikan demi terwujudnya sistim informasi intern Pemkot Manado yang lebih baik kedepan, telah menjadi catatan penting pihaknya. (Jansen)

 

APTIKOM Sulut Akan Siapkan Konten Pendidikan Secara Gratis

MANADO –  Sulut, turut menyukseskan OCWC Global  7-10 2013 yang dilaksanakan di Nusa Dua Bali-Indonesia dengan mengutus Lucky Mangkey, SE, MKom ketua  Sulut dan juga sebagi rektor  (UN) Manado dalam hajatan pendidikan terbuka oleh perguruan tinggi sedunia yang melaksanakn pendidikan terbuka.

Acara OCWC (Open Course Ware Consortium) adalah ratusan perguruan tinggi dunia yang melaksanakan pendidikan terbuka () yang membentuk konsorsium untuk memberikan pengaruh signifikan pada peningkatan pendidikan dunia. Organisasi ini secara terbuka mempublikasikan materi perkuliah secara terbuka melalui teknologi ICT dan yang dapat dinikmati ditempat yang sama atau berbeda dan kapan saja pada waktu yang bersamaan ataupun berbeda.

APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer) Indonesia menjadi tuan rumah konferensi  global ke-3 OCWC. Konferensi pertama tahun 2011 dilaksanakan di Amerika dengan thema “ Celebrating 10 years of OpenCourseWare ” dan Konferensi ke-2 di Inggris dengan thema “Innovation and Impact – Openly Collaborating to Enhance Education “.

Ketua  APTIKOM Pusat Prof. Dr. Eko Indrajit kepada media ini mengatakan bahwa OCWC ini untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Masih banyak warga kita yang tidak bisa menikmati pendidikan tinggi karena keterbatasan serta tersekat oleh tembok yang tinggi dari institusi pendidikan di Indonesia. Untuk itu melalui OCWC rakyat kita bisa mengakses konten pendidikan yang berkualitas baik di dalam dan luar negeri melalui ICT.

Masih sedikit Institusi pendidikan di Indonesia yang memiliki akreditasi A dan sayang sekali kalau masyarakat kita ini yang dapat menikmati kualitas pendidikan karena keterbatasan ruang dan tempat. Tentu dengan menggunakan teknologi pendidikan maka perguruan tinggi yang berakreditasi A ini dapat membagi secara langsung konten pelajaran kepada isntitusi lain yang akredtasinya masih minim.

Hal senada juga disampaikan oleh Lucky Mangkey, SE, M.Kom Ketua  bahwa untuk pembelajaran yang masif, terstruktur dan masal untuk mendongkrak angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia khususnya di Sulawesi Utara dapat diwujudkan melalui E-learning. Mengkey mengharapkan para perguruan tinggi dalam negeri bisa mulai terbuka, bisa saling berbagi dalam memajukan dunia pendidikan dan bekerjasama menjalankan sistem pendidikan jarak jauh seperti yang dijalankan ribuan perguruan tinggi dunia yang tergabung dalam OCWC termasuk pihaknya.

Pemerintah pun mendukung terwujudnya penerapan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Itu dibuktikan oleh lahirnya Undang-Undang Perguruan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012. Diperkuat lagi turunnya Permendikbud, dengan beberapa poinnya, mendorong supaya pendidikan jarak jauh dan terbuka melalui sarana ICT ini bisa diterapkan di Indonesia,” ungkap Mangkey yang sementara menyelesaikan doktor teknologi pendidikan di UNJ.

Sepulang dari kegiatan ini, Ketua APTIKOM Sulut akan mengundang perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulut untuk membangun infrastruktur bersama untuk menyiapkan konten multimedia yang berisisemua mata kuliah yang ada di semua program studi yang dapat dibagi pakai bersama. Dengan demikian masyarakat di desa-desa dan kepulauan yang ada di Sulut dapat menikmati pendidikan tinggi secara merata dan adil dengan biaya yang relatif murah dengan kualitas yang tinggi.

Kedepan jika pemerintah membantu mendanai biaya infrastruktur ICT dan biaya produksi konten E-Learning maka tidak tertutup kemungkinan pendidikan tinggi di negeri ini akan gratis, demikian pungkas Mangkey yang saat ini juga sebagai calon wakil walikota Kota Kotamobagu.

Ditanya mengenai rencana implementasi program jika menjadi wakil walikota, Mangkey mengatakan bahwa pendidikan menjadi hal yang perioritas. Untuk infrastruktur lain (jalan, jembatan dan bangunan) tidak ada rupiah boleh tidak jalan namun pendidikan walaupun miskin kas daerah harus diadakan bagaimanapun caranya demikian tutup pasangan dari Ir. Rizal Manoppo, M.Si calon Walikota Kotamobagu periode 2013-2018 ini.

http://beritamanado.com/agama-pendidikan/aptikom-sulut-lucky-mangkey/181319/

——————————————————————

http://m.totabuan.co/2013/05/11/pendidikan-tinggi-gratis-di-sulut-bakal-terwujud-melalui-e-learning/

————————————————————–

Aptikom Host OCWC 2013 di Bali

SUARAMANADO, Bali : Pulau dewata Bali lagi-lagi menjadi saksi pelaksanaan kegiatan dunia. Tanggal 8–10 bulan ini kongres para pelaku dunia pendidikan IT terbuka yakni OCWC atau open course ware consorcium digelar di pulau ini, tepatnya Ayodya Resort Bali dengan tema “Learning Beyond Borders – Delivering quality education to your fingertips”.

Sejumlah peserta asal Amerika dan Eropa bergabung bersama para pelaku dunia IT tanah air. Salah satu peserta asal Manado yang juga menjadi ketua APTIKOM SULUT, Lucky Mangkey, melalui akun sosial mengatakan bahwa dirinya bersama teman-teman mendukung pelaksanaan OCWC di Bali dan menyukseskan acara yang mendatangkan salah satu pembicara, Mendikbud M. Nuh itu.

“Pembicaraan seputar pada penggunaan konten multimedia dalam berbagai forum demikian pula pmberdayaan model belajar melalui media sosial dan online juga web-based seminar”, ungkap Mangkey yang juga rektor di Universitas Nusantara ini saat ditanya mengenai materi yang dibahas dalam kongres tersebut. OCWC tahun lalu digelar di Amerika Serikat.

Tahun ini, Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer (APTIKOM) menjadi tuan rumah dalam kegiatan yang digelar setiap tahun tersebut. /eg

Mangkey: Manfaatkan Internet dengan Sehat

Foto ilustrasi.

SUARAMANADO, Manado : Tren internet di kalangan pelajar dan mahasiswa merupakan pertanda meningkatnya dayasaing di era global saat ini. Fasilitas internet yang disediakan di sekolah-sekolah menunjukkan kredibilitas sekolah. Namun, dalam penggunaannya, masih banyak siswa bahkan mahasiswa yang membuka situs-situs yang tidak bermanfaat bahkan tidak patut dan kriminal. Hal ini tanpa sadar dapat menuntun penggunanya bahkan secara komunal kepada perilaku negatif.

Lucky Mangkey, MKom, ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) SULUT yang membidangi telematika, mengingatkan pentingnya kesadaran dari dalam diri dan pengawasan lingkungan, yaitu orang tua dan guru terhadap penggunaan internet oleh siswa dan mahasiswa. Menurutnya, banyak pemuda-pemudi SULUT yang mengisi waktu luang dengan membuka situs-situs porno dan melihat informasi terbaru para selebriti dan artis mancanegara. Bahkan, ada yang menghabiskan waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar dengan menelusuri berbagai macam game online yang disediakan secara gratis di situs-situs terkemuka dunia.

“Keberadaan anak, baik siswa dan mahasiswa dalam penelusuran di dunia maya atau dunia cyber dalam era global seperti saat ini merupakan hal yang tidak bisa ditolak. dengan masuk ke internet, kita dapat masuk ke dalam pusat informasi dan teknologi yang sambung menyambung”, urai Mangkey.

Ditekankan Mangkey tentang pentingnya fasilitasi dari orang tua atau guru untuk mengawasi dan menuntun anak dalam penelusuran di dunia cyber, karena menurutnya, dunia negatif dan putih dalam dunia cyber hanya di bawah jari-jari tangan. “dengan meng’klik saja, kita bisa masuk ke dalam suatu dunia yang menawarkan berbagai macam informasi dan fasilitas modern, negatif dan positif. Tergantung kita mau pilih yang mana”, tuturnya.

Menurut pria yang beberapa kali menghadiri seminar IT tingkat nasional dan internasional ini, sangat banyak hal positif yang bisa ditelusuri dalam dunia cyber, seperti informasi tentang pendidikan, pelatihan, perkembangan dunia, bahkan situs pertemanan untuk membina hubungan sosial dan komersial. “Dewasa ini, orang bisa mencari uang lewat dunia maya”, ingatnya. Sehingga, menurutnya, pandai-pandailah mengambil keuntungan dari dunia yang tidak nyata namun nyata tersebut.

Sangat disayangkan, jika waktu-waktu berharga yang dimiliki anak-anak sekolah dihabiskan untuk bermain game saja atau membuka situs-situs tidak patut seperti situs porno, situs seks, atau membaca informasi-informasi yang tidak mendidik. Karenanya, menurut Mangkey, sebisa mungkin orang tua harus bisa mendampingi dan menuntun anak dengan bijaksana dalam penelusuran di dunia maya.

Kalau di negara Cina, sejumlah situs bisa diblok pemerintah jika dianggap merugikan warganya; tapi di Indonesia, segala hal di dunia maya dapat diakses dengan bebas, karenanya perlu kesadaran yang tinggi, kunci Mangkey.

Rektor UN Jadi Salah Satu Deklarator IGF Indonesia

Rektor UN Menandatangani Deklarasi IGF Indonesia Mewakili APTIKOM

SUARAMANADO, Jakarta : Rektor UN, Lucky Mangkey terpilih sebagai salah satu deklarator Deklarasi Indonesia Internet Governance Forum (IGF) utusan dari APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer) yang diselenggarakan di Jakarta hari ini, Kamis 1 November 2012. Momentum ini sangat berarti bagi warga SULUT dan sekitarnya sebab warganya menjadi deklarator.

Lucky Mangkey yang juga sebagai COE Infotek Multimedia Manado salah satu penyedia jasa dan layanan data digital dan internet mengatakan kepada SUARAMANADO bahwa Ketua APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet indonesia) Sammy Pangerapan, putra Kawanua yang adalah juga salah satu tokoh di balik IGF ini.

Sebelum penanda tanganan deklarasi, Ketua APJII Sammy Pangerapan membacakan isi deklarasi mewakili organisasi-organisasi yang berhubungan dengan Internet di Indonesia sebagi deklarator.

 

Para deklarator IGF Indonesia.(Foto: Amir Manurung)

Agenda acara id-IGF dimulai pukul 08.00 s/d 18.00 WIB. Ada 3 track utama dalam id-IGF yang dapat diikuti, yaitu track Sosial Budaya dengan topik Internet and Right to Information, track Hukum dengan topik Cyber Law and Sovereignity, serta track Pembangunan dengan topikEnabling Environment to Address Development Problems

 

Tentang IGF:

Hasil kesepakatan Konferensi Tingkat Tinggi Dunia mengenai Masyarakat Informasi (World Summit on the Information Society – WSIS) tahun 2003 dan 2005 sebagaimana tercantum dalam dokumen-dokumennya, diharapkan seluruh negara di dunia menindak lanjuti Rencana Aksi (Action Plan) pembangunan dunia menuju masyarakat informasi yang menitik beratkan kepada kesejahteraan manusia (people-centred development) dengan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Rencana aksi tersebut menyatakan di antaranya pada tahun 2015 diharapkan minimal separuh penduduk dunia harus sudah bisa mengakses informasi dengan menggunakan fasilitas TIK.

Kunci utamanya adalah terletak pada kesiapan infrastruktur TIK yang dipergunakan untuk mengakses informasi yaitu fasilitas akses informasi yang didukung oleh teknologi Internet. Oleh sebab itu, sumber daya Internet adalah merupakan sarana vital komunikasi untuk mengakses informasi yang sangat efektif untuk penyampaian/pencarian/berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi, yang harus kita arahkan secara tepat laju pengembangannya secara nasional, sehingga mempercepat usaha menjembatani masalah kesenjangan digital serta laju pembangunan nasional di berbagai bidang (ipoleksosbudhankam) secara keseluruhan.

Description: http://id-igf.or.id/wp-content/uploads/2012/10/cover2-idigf.jpg

Laju penetrasi Internet di Indonesia masih sangat rendah disebabkan oleh berbagai hambatan, di antaranya adalah:

  1. Belum terbangunnya infrastruktur telekomunikasi pendukung yang memadai utamanya untuk wilayah timur Indonesia;
  2. Masih mahalnya biaya pemakaian Internet karena masih tingginya biaya interkoneksi internasional sampai dengan interkoneksi lokal (last mile);
  3. Masih kecilnya bandwith saluran Internet di Indonesia;
  4. Masih kecilnya penetrasi komputer di Indonesia;
  5. Belum tertatanya aturan hukum dan kebijakan teknis operasional bisnis Internet di Indonesia; dan
  6. Belum tertatanya organisasi penyelenggara/pengelola Internet yang bertanggungjawab untuk merencanakan, mengendalikan dan mengatur perkembangan model serta bisnis Internet dikaitkan dengan strategi nasional tentang perkembangan industri TIK.

Menyerap inspirasi negara-negara di dunia di dalam forum WSIS yang tertuang dalam dokumen-dokumennya serta tindak lanjutnya yaitu penyelenggaraan pertemuan Forum Pengelolaan Internet (Internet Governance Forum – IGF), yang sampai dengan saat ini telah terlaksana 6 kali pertemuan dan akan diteruskan sampai 10 kali pertemuan sampai dengan tahun 2015, menandakan bahwa Internet merupakan sumber daya kritis TIK untuk mendukung pembangunan dunia yang harus dikelola secara intensif dan profesional secara bersama-sama.

Dari pengalaman best practices, pengelolaan Internet yang sukses di beberapa negara di dunia, selalu melibatkan semua pemangku kepentingan (multi-stakeholder) sebagai fasilitator, inisiator maupun motivator laju pertumbuhannya, yang disinkronkan dengan perencanaan strategi pembangunan bidang-bidang terkait lainnya. Oleh sebab itu, dalam rangka pengelolaan Internet yang baik, diperlukan dibentuknya suatu organisasi nasional sebagai focal point pengelola yang mengendalikan dan memfasilitasi perkembangannya di tingkat nasional, pelaksanaan koordinasinya di tingkat regional maupun internasional.

Organisasi tersebut terdiri dari para pemangku-kepentingan (multi-stakeholder) untuk melaksanakan aktivitas operasional-nya sesuai kebutuhan.

Pengelolaan sumber daya Internet diharapkan dapat dilaksanakan secara transparan, demokratis, multilateral dan multistakeholder, serta selalu dikaitkan dengan prinsip-prinsip:

  1. Keterbukaan (openness);
  2. Kebebasan arus informasi dan pengetahuan (free flow of information and knowledge) lewat Internet;
  3. Keamanan (security) sistem dan data terhadap berbagai gangguan di Internet;
  4. Keanekaragaman (diversity) bahasa dan budaya lokal di Internet; dan
  5. Akses (access) yang terjangkau dan terjamin kemudahan serta ketersediaannya.

Dalam rangka menghimpun ide-ide cemerlang untuk mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan pemikiran penting tentang pengelolaan Internet di Indonesia yang baik sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan untuk perumusan kebijakan publik yang tepat di masa datang, untuk mengatasi masalah kesenjangan digital di Indonesia dan tercapainya tujuan-tujuan pembangunan milenium (Millennium Development Goals) serta tercapainya sistem bisnis dan kepemerintahan yang baik (Good Corporate and Government Governance) di Indonesia, serta disampaikan pada forum-forum nasional dan internasional termasuk Global Internet Governance Forum dan Internet Corporation for Assinged Names and Numbers (ICANN), maka komunitas multi pemangku-kepentingan di bidang Internet akan melaksanakan deklarasi Internet Governance Forum Indonesia (ID-IGF) yang diteruskan dengan forum seminar sehari dengan tema “Pengelolaan Internet dalam rangka Membangun Sistem Bisnis dan Kepemerintahan yang baik di Indonesia” (Internet Governance for Good Corporate and Government Governance in Indonesia).

Keterangan foto:

Mangkey (kelima dari kanan) di antara para deklarator dan pejabat dari Kementrian Kominfo.

Lucky Mangkey,Ketua APTIKOM SULUT Terpilih

Lucky Mangkey Ketua APTIKOM SULUT

SUARAMANADO, Manado: Konsolidasi APTIKOM SULUT berjalan dengan lancar, terkendali dengan baik dan menetapkan Lucky Mangkey sebagai Ketua yang definitif periode pertama.

Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Indonesia mengoptimalkan keorganisasian dengan membentuk pengurus APTIKOM di setiap provinsi di Indonesia. Untuk maksud tersebut Ketua Umum APTIKOM Prof. Eko Indrajid bersama Sekjen Prof. Zainal Hasibuan berkunjung ke daerah nyiur melambai beberapa waktu lalu. Pada kesempatan itu disampaikan kepada anggota APTIKOM di provinsi SULUT bahwa perlu dibentuk pengurus APTIKOM SULUT yang definitif melalui proses demokrasi.

Atas petunjuk pimpinan pusat maka pengurus APTIKOM SULUT yang terdiri dari perguruan tinggi swasta dan negeri yang memiliki program studi Ilmu Komputer dan Informatika mengadakan konsolidasi. Setelah beberapa kali mengadakan rapat pembentukan pengurus akhirnya Selasa, 29/01/13 organisasi pencetak ahli komputer ini memberikan mandat kepada Lucky Mangkey sebagai Ketua.

 

Rapat Pemilihan Pengurus APTIKOM SULUT

Rapat dipimpin oleh ibu Rosdiana Simbolon, sebagai Konsolidator pembawa mandat APTIKOM Pusat. Pemilihan diawali dengan kriteria ketua dan mekanisme pemilihan. Kriteria ketua intinya memiliki kapasitas, kompetensi dan keberterimaan baik internal maupun eksternal organisasi. Kriteria yang mutlak juga adalah ketua harus pengurus yang aktif di organisasi, telah menujukan loyalitas kepada organisasi dan terdaftar sebagai anggota APTIKOM dan Anggota Milis APTIKOM.

Mekanisme pemilihan dilksanakan secara aklamasi dimana masing-masing anggota terlebih dahulu mengusulkan nama calon disertai kampanya singkat profil dan alasan yang bersangkutan mencalonkan idolanya. dari 16 pemilik hak suara, Mangkey mendapatkan dukungan penuh sebanyak 12 suara dan menang dari calon-calon lainnya. Saat itu juga telah terpilih Wakil Ketua Hasanudin Sirait, Sekretaris Yulian Rindengan dan Bendahara Alicia Sinsuw. Kepengurusan pertama ini belum dapat menentukan masa periode kepengurusan karena masih menunggu petunjuk pengurus pusat. Rapat dilanjutkan dengan memilih beberapa pengurus dan anggota bidang/divisi sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Ketua terpilh dalam sambutannya mengatakan bahwa beliau menaruh apresiasi yang tinggi kepada anggota yang telah memberikan mandat untuk memajukan APTIOKN di Sulawesi Utara. Juga penghargaan yang tinggi kepada Pengurus APTIKOM Pusat melalui Ibu Rosdiana Simbolon dan Bpk. Solikin Pimpinan APTIKOM Pusat yang membidangi organisasi yang telah memfasilitasi konsolidasi ini. Dalam waktu dekat ini pengurus APTIKOM SULUT akan silahturahmi ke kampus-kampus anggota APTIKOM di SULUT dan akan mengajak semua dosen Komputer dan Informatika di semua perguruan tinggi di SULUT untuk bergabung dan memajukan organisasi ini untuk kemajuan ICT di Indonesia.

Aptikom SULUT juga akan mengadakan acara-acara ilmiah di bidang ICT dan pengembangan SDM dengan mencari para donatur untuk beasiswa S2 dan S3 untuk dosen anggota APTIKOM. Juga dalam waktu dekat APTIKOM SULUT akan membangun fasilitas infrastruktur jaringan lokal untuk saling bagi pakai konten E-learning antar anggota APTIKOM di SULUT, demiikian sekilas visi dan misi yang disampaikan oleh ketua terpilih yang juga sebagai pemilik ISP (Internet Service Provider) terbesar di SULUT.

APTIKOM SULUT juga akan bersinergi dengan pemerintah Provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Utara untuk membangun ICT di daerah ini serta mencetak tenaga-tenaga ahli di bidang ini. APTIKOM akan membantu semua perguruan tinggi di SULUT yang membutuhkan jasa ICT untuk meningkatkan pembelajaran online (E-Learning) demi meningkatkan jumlah APK (Angka Partisipasi Kasar) tamatan SMA untuk merasakan pendidikan di perguruan tinggi sesuai dengan petunjuk Wakil Presiden RI dalam Forum Rektor Indonesia di Kota Semarang dua minggu yang lalu demikian tutup Lucky Mangkey yang juga sebagai Rektor di Universitas Nusantara Manado.

Aptikom gelar Seminar Building the Future Cyber Security Leader

SUARAMANADO, Manado : Menyongsong Indonesian Cyber Army 2013 di Samarinda yang merupakan bagian kegiatan dalam Rakornas APTIKOM 2013, panitia ICA 2013 akan mengadakan Seminar dengan tema Building the Future Cyber Security Leader. Pembicara dalam seminar ini yaitu Ir. Bambang Heru Tjahjono, M.Sc. Direktur Keamanan Informasi, Depkominfo dan para Penggiat Keamanan Informasi. Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika (APTIKOM) SULUT, Lucky Mangkey, SE, MKom melalui email kepada redaksi, Rabu (27/3).

“Seminar akan digelar Kamis, 4 April 2013 di Multimaticx, AXA Tower lantai 37 di Jalan Dr. Satrio Kavling 18 Kuningan City Jakarta Selatan”, jelas Mangkey.

Mangkey yang juga Rektor Universitas Nusantara ini mengharap dukungan dari Aptikom daerah ini dan kepada mahasiswa yang berminat. “Info detail dan registrasi ada di http://www.multimatics.co.id/mday2013/ Acara ini di kemas dalam bentuk conference yang akan di isi oleh narasumber baik dari Indonesia maupun internasional”, jelasnya.

Selain itu, peserta akan diberikan sertifikat dan goodie bag serta gift yang menarik serta acara ini tidak dipungut biaya.

 

Telkomsel Dinilai Tidak Profesional

logo telkomsel

SUARAMANADO, Manado : Setelah membuat bingung pengguna telpon di Sulawesi Utara pada Kamis kemarin sekitar pukul 12.00 hingga16.00 WITA karena gangguan jaringan, sampai hari ini, Jumat (8/4) perusahan penyedia jasa telekomunikasi selular Telkomsel tidak pernah menyampaikan permohonan maaf lewat media atau sms.

Beberapa pengguna jasa telekomunikasi tersebut kecewa dengan pelayanan Telkomsel yang terkesan tidak memperhatikan kerugian yang dialami pelanggannya. Kiki, pelanggan dengan nomor telepon 0812449XXXX kepada SUARAMANADO mengaku sangat kecewa dengan pelayanan Telkomsel. Kiki pada Kamis siang kemarin sedang mengadakan janji dengan pelanggannya di Jakarta tiba-tiba tidak dapat berkomunikasi lagi karena gangguan. Menurut Kiki, kejadian putusnya sambungan telepon Kamis kemarin membuat mitra bisnisnya kecewa seolah-olah HPnya dimatikan sengaja, padahal jaringan telponlah yang bermasalah.

Pengalaman lain dikisahkan Ibu Eva yang tinggal di kawasan Paal Dua yang ketika jaringan terputus sedang menunggu berita akhir terkini tentang pengobatan medis salah seorang anggota keluarganya yang sedang dirawat intensif di salah satu rumah sakit di Jakarta. Ketika dirinya dan keluarga di Manado sedang tegang-tegangnya menunggu kabar terakhir, saluran telepon macet dan komunikasi terputus hampir empat jam.

Pakar Telematika dari Universitas Nusantara Manado, Lucky Mangkey, M.Kommenjelaskan tentang profesionalsime dan kewajiban perusahaan penyedia jasa telekomunikasi untuk memberitahukan lebih awal jika ada perbaikan jaringan telekounikasi kepada pelanggan.

“Minimal beberapa jam sebelum melakukan pemutusan atau perbaikan jaringan harus ada pemberitahuan kepada pelanggan. Jika ada rencana pengembangan kapasitas atau pengembangan peralatan di BTS (BASE TRANSCEIVER STATION), maka perusahaan wajib memberitahukan kepada semua pelanggan lebih awal lewat pengumuman di media masa atau pemberitahuan tertulis lewat SMS, e-mail atau surat.

Menyinggung tentang pelayanan salah satu perusahan jasa telekomunikasi terbesar di Manado, Telkomsel, Lucky mengharapkan agar Telkomsel yang sudah memiliki layanan dan jaringan sampai ke internasional ini tentunya akan mengumumkan kepada semua pelanggan tentang gerangan apa yang terjadi Kamis siang. Mangkey mengaku sangat yakin dengan kualitas pelayanan Telkomsel karena selama bepergian ke luar negeri dirinya mendapatkan pelayanan yang prima dari penyedia jasa telekomunikasi itu dibandingkan dengan penyedia jasa selular lainnya yang digunakan teman-teman dari Indonesia.

UN Buka Pendaftaran Online

Foto ilustrasi.

SUARAMANADO, Manado : Perkembangan dunia informasi dimanfaatkan oleh Universitas Nusantara (UN) dalam merangkul mahasiswa baru untuk angkatan tahun 2011 ini. Hal ini disampaikan direktur Program Diploma UN, Lucky Mangkey kepada SUARAMANADO (15/6) lewat akun sosial.

“Saat ini Universitas Nusantara sudah membuka pendaftaran secara online. dari rumah, dari mal atau di daerah lain, bisa mendaftar lewat media internet”, ungkapnya.

Ditambahkannya, penggunaan media internet dalam proses registrasi dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan informasi saat ini yang mulai beralih ke sistem sistem online. Selain itu, sistem online jelas memberikan kemudahan kepada masyarakat.

“Pendaftaran dapat dilakukan setiap saat, bahkan tengah malampun bisa dilakukan sendiri dimanapun asalkan ada akses internet”, ungkapnya.

Hingga akhir bulan, universitas swasta pertama yang menyelenggarakan program informatika di Manado ini membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru. “Tes masuk akan dilakukan akhir bulan”, tutupnya.

http://www.suaramanado.com/berita/manado/pendidikan-kesehatan/2011/06/1636/un-buka-pendaftaran-online

——————————————————

Ketua Aptikom: Menggunakan Teknologi Itu Pilihan dan Ada Konsekuensinya

SUARAMANADO, Manado : Pameran Campus Hi Tech Exhibition and Education Fair 2013 kembali digelar di Manado Trade Center (MTC) Mega Mas mulai Selasa (12/2) dan merupakan kegiatan yang kedua kalinya setelah yang pertama medio April tahun lalu.

 

Sejumlah perguruan tinggi mengisi stand pameran untuk memperlihatkan perkembangan teknologi masing-masing, antara lain Fakultas Teknik Unsrat, Politeknik Negeri Manado, Universitas Sari Putra Tomohon, Universitas Kristen Indonesia Tomohon (Yayasan Dr. AR. Wenas), Universitas Teknologi Minaesa, Universitas Klabat, Universitas De La Salle, Universitas Nusantara, AMIK-STIMIK Parna Raya, Akademi Pariwisata Manado, Sekolah Tinggi Pariwisata Manado, Fakultas Kelautan dan Perikanan serta Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU) ini membawa kesan yang mendalam khususnya bagi peserta pameran yang rata-rata mahasiswa.

Sedang pameran berlangsung, setiap stand mendapat kesempatan untuk mempresentasikan keberadaan dan keunggulan kampus masing-masing. Sejumlah pembicara juga diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, antara lain Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer (APTIKOM) yang baru saja dipilih, Lucky Mangkey, MKom.

Intinya, teknologi itu merupakan kenyataan yang harus kita terima sebagai bagian dari hidup. Tetapi, kita mau menggunakannya untuk keperluan apa, itu tergantung pada pilihan kita. “Menggunakan teknologi itu pilihan dan ada konsekuensinya”, ujar Mangkey, Kamis (14/2) saat ditanya mengenai materi yagn dibawakan dalam Seminar Campus High Tech II di MTC.

Pria yang baru saja dipilih mengetuai Aptikom SULUT itu menjelaskan, jika teknologi digunakan untuk hal-hal yang positif, maka konsekuensinya tentu positif. Sebaliknya, jika digunakan untuk hal yang negatif, hasilnya juga negatif. Karenanya, dirinya menghimbau masyarakat khususnya mahasiswa untukf menggunakan teknologi yang bermanfaat bagi perikehidupan. em