Konsep E-Satisfaction Ai Mangindaan Dinilai Brilian Oleh APTIKOM

Kadis Kominfo Manado, H. Waworuntu (Paling Kanan), Ketua APTIKOM SULUT, Lucky Mangkay, SE. M.Kom,(Keuda Kanan) Dalam Seminar Nasional IT di Kantor Walikota Manado.

SUARAMANADO, Manado. Wakil Walikota Manado, Harley A.B. Mangindaan menjadi Keynot–speak pada kegiatan Training Of Consulors ToT ICT Pura dan Seminar Nasional Building Cyber Bridges Between Our Cities and Citizen di Ruang pertemuan Toar Lumimuut, Kantor Walikota Manado (12/7) yang dilaksanakan bersama Kemeninfo dan APTIKOM SULUT.

Wakil Walikota, Harley A.B. Mangindaan SE. M.S.M Sebagai Keynot Speaker Seminar Nasional IT di Kantor Walikota Manado

Ketua APTIKOM Sulawesi Utara, Lucky Mangkey, SE. M.Kom menjelaskan tujuan kegiatan ini yaitu, dalam rangak memberi pelatihan kepada tim penilai ITC Pura, yang akan menilai Kaabupaten / Kota di SULUT yang diikutkan dalam lomba ICT Pura, untuk mencari pengguna IT terbaik.

 

 

Peserta Seminar Nasional IT di Kantor Walikota Manado

Terkait dengan seminar nasional yang menghadirkan Dr. Armin Lawis, S.Si M.Kom sebagai Ketua APTIKOM Sulawesi, memaparkan perkembangan IT yang dapat meminimalkan biaya jika dilakukan secara konvensional. Kedepan menurut Lucky, ditargetkan tahun 2015, akses jaringan interkoneksi antara Pemerintah Kota dan Kelurahan akan terhubung secara on line.

 

Disisi yang lain, menurut Wakil Walikota Manado, Harley A.B. Mangindaan, saat ini pihaknya mengalami kesulitan mengakses informasi dari setiap SKPD lingkup Pemerintah Kota Manado. Ai, sapaan akrabnya, memberi tantangan kepada APTIKOM untuk bersama-sama pemerintah Kota Manado, membangun interkoneksi antar SKPD di Kota Manado.

 

Penitia & Narasumber Seminar Nasional IT di Kantor Walikota Manado

Saat memberi pemaparan tentang prospek perkembangan IT di Kota Manado, Wakil Walikota, mempunyai satu mimpi yang akan dituangkan pada Disertasi kandidat Doktor yaitu konsep e-Satisfiction. Maksudnya adalah, sebelum orang luar menginjakkan kakinya di Kota Manado, dia telah memiliki konsep dan gambaran jelas tentang Kota Manado melalui fasilitas iT yang akan dikembangkan.

 

e-Satisfiction, sebagai cara memberi pelayanan kepada masyarakat di Indonesia maupun mancanegara tentang apa saja yang ada di daerah ini. Sehingga pilihan wisatawan untuk berkunjung di Manado diharapkan semakin meningkat. Walau demikian konsep ini, menurut, Ai, ada sedikit kendala dari pihak Dosen Pembimbingnya.

Ketua APTIKOM Sulawesi, Dr. Armin Lawi, justru menilai konsep Wakil Walikota tentng e-Satisfiction merupakan ide brilian yang patut ditunjang oleh dunia IT termasuk APTIKOM. Hal ini sangat berkolaborasi dengan potensi daerah ini yang memiliki keunggulan Komparatif disbanding daerah lain.

Terutama dari segi peluang pariwisata. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Infokom Kota Manado. Hanny Waworuntu, yang baru beberapa waktu dipercayakan sebagai Kadis Infokom.

Waworuntu, memberi apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini di Kota Manado. Semua masukan dan saran perbaikan demi terwujudnya sistim informasi intern Pemkot Manado yang lebih baik kedepan, telah menjadi catatan penting pihaknya. (Jansen)

 

Ketua UKIKT hadiri Peringatan Independence Day USA se-Intim

MANADO [KADNET] – Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Uni Konfrens Indonesia Kawasan Timur bersama sejumlah tokoh agama, tokoh masyarkat, pengusaha dan akademisi se Indonesia Timur diundang secara khusus oleh pemerintah Amerika Serikat untuk memperingati hari kemerdekaatn ke 237 negara itu yang dilaksanakan di Lantai 11 Hotel Sintesa Peninsula, Gunung Wenang Manado.

Acara yang baru pertama kali digelar di luar Jawa itu berlangsung cukup meriah disertai pengamanan yang berlapis-lapis, baik dari pemerintah AS sendiri, maupun dari unsur pemerintah RI, kepolisian daerah maupun pihak hotel sendiri.

Ketua Uni, Pdt. Noldy Sakul, MA termasuk di antara tamu yang diterima lebih awal oleh tuan acara, Konsul Jendral AS di Surabaya, Joaquin Monseratte bersama isteri Michaela.

Berbarengan dengan Ketua Uni, terlihat Rektor Universitas Nusantara, Lucky Mangkey yang juga pengurus Kadnet dan BAIT Ministry. Setelah keduanya berturut-turut gubernur Sulawesi Utara bersama isteri jajaran, unsur pimpinan daerah Sulawesi Utara, para pemimpin agama lainnya serta pengusaha dari belahan Indonesia Timur diterima dengan sambutan yang hangat.  Ketua UKIKT dan Rektor UN yang juga sebagai anggota GMAHK ini mendapat tempat duduk terhormat di meja kedua sesudah gubernur dan konjen Amerika. Menurut Michael Umbas, juru bicara gubernur Sulut bahwa pimpinan agama direkomendasi oleh gubernur untuk bisa hadir jadi orang dekat gubernur tentu, namun untuk rektor itu dari Konsul Jendral AS Di Surabaya yang pilih demikian pungkasnya.

Saat berjabat tangan, Pdt Noldy, sapaan akrab Sakul terlihat berbincang ramah dengan Monseratte dengan muka yang ramah dan nada yang penuh semangat. “Sudah beberapa kali ke Amerika dan lancar,” aku Pdt Noldy disambut hangat Monseratte yang juga lancar berbahasa Indonesia.  Rektor UN, sendiri mendapat sambutan dari Konsul Jendral dengan memberikan pujian khusus bagi Universitas Nusantara beserta civitas akademika dan Ibu Michaela memberikan doa restu “ Semoga UN tetap jaya dan terus menjadi universitas yang besar di indonesia.

Dalam sambutannya, Konjen Monseratte mengisahkan bahwa proyek nasional Amerika yang dimulai di tahun 1776 ini merupakan cerminan sejati dari niat George Washington dan Bpk.  Pendiri bangsa Amerika lainnya dalam memandu sebuah bangsa yang terdiri dari banyak unsur. “Logo berbahasa latin “E Pluribus Unum” – yang berarti dari banyak menjadi satu- yang anda lihat di lambang negara kami, adalah bagian dari DNA

kami saat ini sebagai sebuah bangsa.

Dari sejak awal berdiri kami adalah negara yang terdiri dari banyak bangsa, banyak negara, dari banyak orang dari seluruh dunia dan banyak bangsa dan agama,” terang Monseratte. Dirinya menambahkan bahwa negaranya terbiasa dengan opini dan keyakinan politik yang berbeda, tradisi keluarga dan masakah yang berbeda. “Kami menyiapkan cukup tempat untuk semua orang yang datang.”

Gubernur Sulawesi Utara juga menyatakan kebanggaannya bahwa Sulawesi Utara bisa dipilih untuk perayaan Kemerdekaan AS kali ini serta menyatakan terima kasih atas perhatian Konjen di Surabaya dalam pengurusan visa untuk pemerintah dan masyarakat di daerah ini dalam berbagai kunjungan ke AS. “Mulai sekarang pengurusan visa tidak sulit lagi” ungkap SHS, sapaan akrab gubernur.
Usai mendengar lagu kebangsaan Indonesia dan Amerika serta sambutan Konsul dan gubernur, para tamu melakukan sulang lalu menikmati sajian yang dipersiapkan dengan apik sambil menikmati pemandangan sore hari kota Manado yang terlihat jelas dari puncak hotel di gunung Wenang itu.
Lucky Mangkey, mengaku bahwa sebagai salah seorang rektor di perguruan tinggi di Sulut dirinya sudah mendapatkan undangan dari pihak Kedutaan AS di Jakarta sekitar sebulan sebelumnya.

 “Sudah dikonfirmasi (kehadiran-red) sejak sebulan yang lalu,” ungkapnya.  Menurut informasi dari Ketua APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) Sulut dan Gorontalo Drs. Yan Polii, M.S bahwa tidak semua rektor dan direktur perguruan tinggi yang diundang termasuk dirinya.
Kedatangan Monserrate juga membawa sejumlah program kerjasama di antara kedua Negara, khususnya antara AS dengan Sulawesi Utara, termasuk perhatian terhadap bencana banjir yang sering terjadi di ibukota provinsi Sulawesi Utara dan penanganan lingkungan. AS juga sudah memproklamirkan sejumlah bantuan pendidikan di Sulawesi Utara yakni program

 ”YES” bagi seratus orang lulusan SMA se Indonesia untuk bisa mengikuti penukaran pelajar selama setahun di Amerika Serikat dan dibiayai dan nanti adapula orang Amerika yang datang ke Indonesia serta “Peace Corps”. Jadi, terbuka kesempatan bagi masyarakat Sulut yang ingin bergabung dalam program dengan pemerintah AS.

 Diakhir acara, Rektor UN mengambil waktu khusus untuk memperkenalkan UN lebih dekat kepada Konsul Jendral Amerika  dan saling tukar kartu nama. Rektor bermohon agar mahasiswa maupun dosen yang akan diupgrade ke Amerika kiranya bisa dipermudah untuk mendapatkan izin tinggal untuk belajar di negeri Paman Sam itu. Konsul Jendral sangat mengapresiasi akan permintaan rektor UN, mudah-mudahan bisa terealisasi demikian harapan rektor UN sampil foto bersama dan pamitan pulang

http://www.kadnet.org/web/index.php?option=com_content&view=article&id=4399&catid=36&Itemid=50

——————————————————————————–
.

APTIKOM Sulut Akan Siapkan Konten Pendidikan Secara Gratis

MANADO –  Sulut, turut menyukseskan OCWC Global  7-10 2013 yang dilaksanakan di Nusa Dua Bali-Indonesia dengan mengutus Lucky Mangkey, SE, MKom ketua  Sulut dan juga sebagi rektor  (UN) Manado dalam hajatan pendidikan terbuka oleh perguruan tinggi sedunia yang melaksanakn pendidikan terbuka.

Acara OCWC (Open Course Ware Consortium) adalah ratusan perguruan tinggi dunia yang melaksanakan pendidikan terbuka () yang membentuk konsorsium untuk memberikan pengaruh signifikan pada peningkatan pendidikan dunia. Organisasi ini secara terbuka mempublikasikan materi perkuliah secara terbuka melalui teknologi ICT dan yang dapat dinikmati ditempat yang sama atau berbeda dan kapan saja pada waktu yang bersamaan ataupun berbeda.

APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer) Indonesia menjadi tuan rumah konferensi  global ke-3 OCWC. Konferensi pertama tahun 2011 dilaksanakan di Amerika dengan thema “ Celebrating 10 years of OpenCourseWare ” dan Konferensi ke-2 di Inggris dengan thema “Innovation and Impact – Openly Collaborating to Enhance Education “.

Ketua  APTIKOM Pusat Prof. Dr. Eko Indrajit kepada media ini mengatakan bahwa OCWC ini untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Masih banyak warga kita yang tidak bisa menikmati pendidikan tinggi karena keterbatasan serta tersekat oleh tembok yang tinggi dari institusi pendidikan di Indonesia. Untuk itu melalui OCWC rakyat kita bisa mengakses konten pendidikan yang berkualitas baik di dalam dan luar negeri melalui ICT.

Masih sedikit Institusi pendidikan di Indonesia yang memiliki akreditasi A dan sayang sekali kalau masyarakat kita ini yang dapat menikmati kualitas pendidikan karena keterbatasan ruang dan tempat. Tentu dengan menggunakan teknologi pendidikan maka perguruan tinggi yang berakreditasi A ini dapat membagi secara langsung konten pelajaran kepada isntitusi lain yang akredtasinya masih minim.

Hal senada juga disampaikan oleh Lucky Mangkey, SE, M.Kom Ketua  bahwa untuk pembelajaran yang masif, terstruktur dan masal untuk mendongkrak angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia khususnya di Sulawesi Utara dapat diwujudkan melalui E-learning. Mengkey mengharapkan para perguruan tinggi dalam negeri bisa mulai terbuka, bisa saling berbagi dalam memajukan dunia pendidikan dan bekerjasama menjalankan sistem pendidikan jarak jauh seperti yang dijalankan ribuan perguruan tinggi dunia yang tergabung dalam OCWC termasuk pihaknya.

Pemerintah pun mendukung terwujudnya penerapan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Itu dibuktikan oleh lahirnya Undang-Undang Perguruan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012. Diperkuat lagi turunnya Permendikbud, dengan beberapa poinnya, mendorong supaya pendidikan jarak jauh dan terbuka melalui sarana ICT ini bisa diterapkan di Indonesia,” ungkap Mangkey yang sementara menyelesaikan doktor teknologi pendidikan di UNJ.

Sepulang dari kegiatan ini, Ketua APTIKOM Sulut akan mengundang perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulut untuk membangun infrastruktur bersama untuk menyiapkan konten multimedia yang berisisemua mata kuliah yang ada di semua program studi yang dapat dibagi pakai bersama. Dengan demikian masyarakat di desa-desa dan kepulauan yang ada di Sulut dapat menikmati pendidikan tinggi secara merata dan adil dengan biaya yang relatif murah dengan kualitas yang tinggi.

Kedepan jika pemerintah membantu mendanai biaya infrastruktur ICT dan biaya produksi konten E-Learning maka tidak tertutup kemungkinan pendidikan tinggi di negeri ini akan gratis, demikian pungkas Mangkey yang saat ini juga sebagai calon wakil walikota Kota Kotamobagu.

Ditanya mengenai rencana implementasi program jika menjadi wakil walikota, Mangkey mengatakan bahwa pendidikan menjadi hal yang perioritas. Untuk infrastruktur lain (jalan, jembatan dan bangunan) tidak ada rupiah boleh tidak jalan namun pendidikan walaupun miskin kas daerah harus diadakan bagaimanapun caranya demikian tutup pasangan dari Ir. Rizal Manoppo, M.Si calon Walikota Kotamobagu periode 2013-2018 ini.

http://beritamanado.com/agama-pendidikan/aptikom-sulut-lucky-mangkey/181319/

——————————————————————

http://m.totabuan.co/2013/05/11/pendidikan-tinggi-gratis-di-sulut-bakal-terwujud-melalui-e-learning/

————————————————————–

Aptikom Host OCWC 2013 di Bali

SUARAMANADO, Bali : Pulau dewata Bali lagi-lagi menjadi saksi pelaksanaan kegiatan dunia. Tanggal 8–10 bulan ini kongres para pelaku dunia pendidikan IT terbuka yakni OCWC atau open course ware consorcium digelar di pulau ini, tepatnya Ayodya Resort Bali dengan tema “Learning Beyond Borders – Delivering quality education to your fingertips”.

Sejumlah peserta asal Amerika dan Eropa bergabung bersama para pelaku dunia IT tanah air. Salah satu peserta asal Manado yang juga menjadi ketua APTIKOM SULUT, Lucky Mangkey, melalui akun sosial mengatakan bahwa dirinya bersama teman-teman mendukung pelaksanaan OCWC di Bali dan menyukseskan acara yang mendatangkan salah satu pembicara, Mendikbud M. Nuh itu.

“Pembicaraan seputar pada penggunaan konten multimedia dalam berbagai forum demikian pula pmberdayaan model belajar melalui media sosial dan online juga web-based seminar”, ungkap Mangkey yang juga rektor di Universitas Nusantara ini saat ditanya mengenai materi yang dibahas dalam kongres tersebut. OCWC tahun lalu digelar di Amerika Serikat.

Tahun ini, Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer (APTIKOM) menjadi tuan rumah dalam kegiatan yang digelar setiap tahun tersebut. /eg

Mangkey: Manfaatkan Internet dengan Sehat

Foto ilustrasi.

SUARAMANADO, Manado : Tren internet di kalangan pelajar dan mahasiswa merupakan pertanda meningkatnya dayasaing di era global saat ini. Fasilitas internet yang disediakan di sekolah-sekolah menunjukkan kredibilitas sekolah. Namun, dalam penggunaannya, masih banyak siswa bahkan mahasiswa yang membuka situs-situs yang tidak bermanfaat bahkan tidak patut dan kriminal. Hal ini tanpa sadar dapat menuntun penggunanya bahkan secara komunal kepada perilaku negatif.

Lucky Mangkey, MKom, ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) SULUT yang membidangi telematika, mengingatkan pentingnya kesadaran dari dalam diri dan pengawasan lingkungan, yaitu orang tua dan guru terhadap penggunaan internet oleh siswa dan mahasiswa. Menurutnya, banyak pemuda-pemudi SULUT yang mengisi waktu luang dengan membuka situs-situs porno dan melihat informasi terbaru para selebriti dan artis mancanegara. Bahkan, ada yang menghabiskan waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar dengan menelusuri berbagai macam game online yang disediakan secara gratis di situs-situs terkemuka dunia.

“Keberadaan anak, baik siswa dan mahasiswa dalam penelusuran di dunia maya atau dunia cyber dalam era global seperti saat ini merupakan hal yang tidak bisa ditolak. dengan masuk ke internet, kita dapat masuk ke dalam pusat informasi dan teknologi yang sambung menyambung”, urai Mangkey.

Ditekankan Mangkey tentang pentingnya fasilitasi dari orang tua atau guru untuk mengawasi dan menuntun anak dalam penelusuran di dunia cyber, karena menurutnya, dunia negatif dan putih dalam dunia cyber hanya di bawah jari-jari tangan. “dengan meng’klik saja, kita bisa masuk ke dalam suatu dunia yang menawarkan berbagai macam informasi dan fasilitas modern, negatif dan positif. Tergantung kita mau pilih yang mana”, tuturnya.

Menurut pria yang beberapa kali menghadiri seminar IT tingkat nasional dan internasional ini, sangat banyak hal positif yang bisa ditelusuri dalam dunia cyber, seperti informasi tentang pendidikan, pelatihan, perkembangan dunia, bahkan situs pertemanan untuk membina hubungan sosial dan komersial. “Dewasa ini, orang bisa mencari uang lewat dunia maya”, ingatnya. Sehingga, menurutnya, pandai-pandailah mengambil keuntungan dari dunia yang tidak nyata namun nyata tersebut.

Sangat disayangkan, jika waktu-waktu berharga yang dimiliki anak-anak sekolah dihabiskan untuk bermain game saja atau membuka situs-situs tidak patut seperti situs porno, situs seks, atau membaca informasi-informasi yang tidak mendidik. Karenanya, menurut Mangkey, sebisa mungkin orang tua harus bisa mendampingi dan menuntun anak dengan bijaksana dalam penelusuran di dunia maya.

Kalau di negara Cina, sejumlah situs bisa diblok pemerintah jika dianggap merugikan warganya; tapi di Indonesia, segala hal di dunia maya dapat diakses dengan bebas, karenanya perlu kesadaran yang tinggi, kunci Mangkey.

Rektor UN Jadi Salah Satu Deklarator IGF Indonesia

Rektor UN Menandatangani Deklarasi IGF Indonesia Mewakili APTIKOM

SUARAMANADO, Jakarta : Rektor UN, Lucky Mangkey terpilih sebagai salah satu deklarator Deklarasi Indonesia Internet Governance Forum (IGF) utusan dari APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer) yang diselenggarakan di Jakarta hari ini, Kamis 1 November 2012. Momentum ini sangat berarti bagi warga SULUT dan sekitarnya sebab warganya menjadi deklarator.

Lucky Mangkey yang juga sebagai COE Infotek Multimedia Manado salah satu penyedia jasa dan layanan data digital dan internet mengatakan kepada SUARAMANADO bahwa Ketua APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet indonesia) Sammy Pangerapan, putra Kawanua yang adalah juga salah satu tokoh di balik IGF ini.

Sebelum penanda tanganan deklarasi, Ketua APJII Sammy Pangerapan membacakan isi deklarasi mewakili organisasi-organisasi yang berhubungan dengan Internet di Indonesia sebagi deklarator.

 

Para deklarator IGF Indonesia.(Foto: Amir Manurung)

Agenda acara id-IGF dimulai pukul 08.00 s/d 18.00 WIB. Ada 3 track utama dalam id-IGF yang dapat diikuti, yaitu track Sosial Budaya dengan topik Internet and Right to Information, track Hukum dengan topik Cyber Law and Sovereignity, serta track Pembangunan dengan topikEnabling Environment to Address Development Problems

 

Tentang IGF:

Hasil kesepakatan Konferensi Tingkat Tinggi Dunia mengenai Masyarakat Informasi (World Summit on the Information Society – WSIS) tahun 2003 dan 2005 sebagaimana tercantum dalam dokumen-dokumennya, diharapkan seluruh negara di dunia menindak lanjuti Rencana Aksi (Action Plan) pembangunan dunia menuju masyarakat informasi yang menitik beratkan kepada kesejahteraan manusia (people-centred development) dengan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Rencana aksi tersebut menyatakan di antaranya pada tahun 2015 diharapkan minimal separuh penduduk dunia harus sudah bisa mengakses informasi dengan menggunakan fasilitas TIK.

Kunci utamanya adalah terletak pada kesiapan infrastruktur TIK yang dipergunakan untuk mengakses informasi yaitu fasilitas akses informasi yang didukung oleh teknologi Internet. Oleh sebab itu, sumber daya Internet adalah merupakan sarana vital komunikasi untuk mengakses informasi yang sangat efektif untuk penyampaian/pencarian/berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi, yang harus kita arahkan secara tepat laju pengembangannya secara nasional, sehingga mempercepat usaha menjembatani masalah kesenjangan digital serta laju pembangunan nasional di berbagai bidang (ipoleksosbudhankam) secara keseluruhan.

Description: http://id-igf.or.id/wp-content/uploads/2012/10/cover2-idigf.jpg

Laju penetrasi Internet di Indonesia masih sangat rendah disebabkan oleh berbagai hambatan, di antaranya adalah:

  1. Belum terbangunnya infrastruktur telekomunikasi pendukung yang memadai utamanya untuk wilayah timur Indonesia;
  2. Masih mahalnya biaya pemakaian Internet karena masih tingginya biaya interkoneksi internasional sampai dengan interkoneksi lokal (last mile);
  3. Masih kecilnya bandwith saluran Internet di Indonesia;
  4. Masih kecilnya penetrasi komputer di Indonesia;
  5. Belum tertatanya aturan hukum dan kebijakan teknis operasional bisnis Internet di Indonesia; dan
  6. Belum tertatanya organisasi penyelenggara/pengelola Internet yang bertanggungjawab untuk merencanakan, mengendalikan dan mengatur perkembangan model serta bisnis Internet dikaitkan dengan strategi nasional tentang perkembangan industri TIK.

Menyerap inspirasi negara-negara di dunia di dalam forum WSIS yang tertuang dalam dokumen-dokumennya serta tindak lanjutnya yaitu penyelenggaraan pertemuan Forum Pengelolaan Internet (Internet Governance Forum – IGF), yang sampai dengan saat ini telah terlaksana 6 kali pertemuan dan akan diteruskan sampai 10 kali pertemuan sampai dengan tahun 2015, menandakan bahwa Internet merupakan sumber daya kritis TIK untuk mendukung pembangunan dunia yang harus dikelola secara intensif dan profesional secara bersama-sama.

Dari pengalaman best practices, pengelolaan Internet yang sukses di beberapa negara di dunia, selalu melibatkan semua pemangku kepentingan (multi-stakeholder) sebagai fasilitator, inisiator maupun motivator laju pertumbuhannya, yang disinkronkan dengan perencanaan strategi pembangunan bidang-bidang terkait lainnya. Oleh sebab itu, dalam rangka pengelolaan Internet yang baik, diperlukan dibentuknya suatu organisasi nasional sebagai focal point pengelola yang mengendalikan dan memfasilitasi perkembangannya di tingkat nasional, pelaksanaan koordinasinya di tingkat regional maupun internasional.

Organisasi tersebut terdiri dari para pemangku-kepentingan (multi-stakeholder) untuk melaksanakan aktivitas operasional-nya sesuai kebutuhan.

Pengelolaan sumber daya Internet diharapkan dapat dilaksanakan secara transparan, demokratis, multilateral dan multistakeholder, serta selalu dikaitkan dengan prinsip-prinsip:

  1. Keterbukaan (openness);
  2. Kebebasan arus informasi dan pengetahuan (free flow of information and knowledge) lewat Internet;
  3. Keamanan (security) sistem dan data terhadap berbagai gangguan di Internet;
  4. Keanekaragaman (diversity) bahasa dan budaya lokal di Internet; dan
  5. Akses (access) yang terjangkau dan terjamin kemudahan serta ketersediaannya.

Dalam rangka menghimpun ide-ide cemerlang untuk mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan pemikiran penting tentang pengelolaan Internet di Indonesia yang baik sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan untuk perumusan kebijakan publik yang tepat di masa datang, untuk mengatasi masalah kesenjangan digital di Indonesia dan tercapainya tujuan-tujuan pembangunan milenium (Millennium Development Goals) serta tercapainya sistem bisnis dan kepemerintahan yang baik (Good Corporate and Government Governance) di Indonesia, serta disampaikan pada forum-forum nasional dan internasional termasuk Global Internet Governance Forum dan Internet Corporation for Assinged Names and Numbers (ICANN), maka komunitas multi pemangku-kepentingan di bidang Internet akan melaksanakan deklarasi Internet Governance Forum Indonesia (ID-IGF) yang diteruskan dengan forum seminar sehari dengan tema “Pengelolaan Internet dalam rangka Membangun Sistem Bisnis dan Kepemerintahan yang baik di Indonesia” (Internet Governance for Good Corporate and Government Governance in Indonesia).

Keterangan foto:

Mangkey (kelima dari kanan) di antara para deklarator dan pejabat dari Kementrian Kominfo.

Tegangan tinggi, energi matahari jadi solusi

Panel surya di salah satu desa di Minahasa.

SUARAMANADO, Manado : Arus listrik bertegangan tinggi yang melewati desa ini tidak dapat mengaliri rumah-rumah penduduk di sekitarnya.

Untung saja ada sumber energi listrik yang berasal dari sinar matahari seperti yang terlihat ditempatkan di puncak tiang pada gambar ini, masyarakatpun bisa menikmati listrik darinya.

Di tengah naiknya harga minyak bumi, energi listrik yang didapat dari sinar matahari yang dapat digolongkan sebagai Energi Terbarukan ini bisa menjadi alternatif yang sangat prospektif bagi masyarakat desa.

Foto diambil Lucky Mangkey, Selasa (19/6) kemarin di salah satu desa di Minahasa Selatan provinsi Sulawesi Utara.

http://www.suaramanado.com/berita/minahasa-selatan/ilmu-pengetahuan-teknologi/2012/06/4633/tegangan-tinggi-energi-matahari-jadi-solusi

—————————————————————

Lucky Mangkey,Ketua APTIKOM SULUT Terpilih

Lucky Mangkey Ketua APTIKOM SULUT

SUARAMANADO, Manado: Konsolidasi APTIKOM SULUT berjalan dengan lancar, terkendali dengan baik dan menetapkan Lucky Mangkey sebagai Ketua yang definitif periode pertama.

Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Indonesia mengoptimalkan keorganisasian dengan membentuk pengurus APTIKOM di setiap provinsi di Indonesia. Untuk maksud tersebut Ketua Umum APTIKOM Prof. Eko Indrajid bersama Sekjen Prof. Zainal Hasibuan berkunjung ke daerah nyiur melambai beberapa waktu lalu. Pada kesempatan itu disampaikan kepada anggota APTIKOM di provinsi SULUT bahwa perlu dibentuk pengurus APTIKOM SULUT yang definitif melalui proses demokrasi.

Atas petunjuk pimpinan pusat maka pengurus APTIKOM SULUT yang terdiri dari perguruan tinggi swasta dan negeri yang memiliki program studi Ilmu Komputer dan Informatika mengadakan konsolidasi. Setelah beberapa kali mengadakan rapat pembentukan pengurus akhirnya Selasa, 29/01/13 organisasi pencetak ahli komputer ini memberikan mandat kepada Lucky Mangkey sebagai Ketua.

 

Rapat Pemilihan Pengurus APTIKOM SULUT

Rapat dipimpin oleh ibu Rosdiana Simbolon, sebagai Konsolidator pembawa mandat APTIKOM Pusat. Pemilihan diawali dengan kriteria ketua dan mekanisme pemilihan. Kriteria ketua intinya memiliki kapasitas, kompetensi dan keberterimaan baik internal maupun eksternal organisasi. Kriteria yang mutlak juga adalah ketua harus pengurus yang aktif di organisasi, telah menujukan loyalitas kepada organisasi dan terdaftar sebagai anggota APTIKOM dan Anggota Milis APTIKOM.

Mekanisme pemilihan dilksanakan secara aklamasi dimana masing-masing anggota terlebih dahulu mengusulkan nama calon disertai kampanya singkat profil dan alasan yang bersangkutan mencalonkan idolanya. dari 16 pemilik hak suara, Mangkey mendapatkan dukungan penuh sebanyak 12 suara dan menang dari calon-calon lainnya. Saat itu juga telah terpilih Wakil Ketua Hasanudin Sirait, Sekretaris Yulian Rindengan dan Bendahara Alicia Sinsuw. Kepengurusan pertama ini belum dapat menentukan masa periode kepengurusan karena masih menunggu petunjuk pengurus pusat. Rapat dilanjutkan dengan memilih beberapa pengurus dan anggota bidang/divisi sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Ketua terpilh dalam sambutannya mengatakan bahwa beliau menaruh apresiasi yang tinggi kepada anggota yang telah memberikan mandat untuk memajukan APTIOKN di Sulawesi Utara. Juga penghargaan yang tinggi kepada Pengurus APTIKOM Pusat melalui Ibu Rosdiana Simbolon dan Bpk. Solikin Pimpinan APTIKOM Pusat yang membidangi organisasi yang telah memfasilitasi konsolidasi ini. Dalam waktu dekat ini pengurus APTIKOM SULUT akan silahturahmi ke kampus-kampus anggota APTIKOM di SULUT dan akan mengajak semua dosen Komputer dan Informatika di semua perguruan tinggi di SULUT untuk bergabung dan memajukan organisasi ini untuk kemajuan ICT di Indonesia.

Aptikom SULUT juga akan mengadakan acara-acara ilmiah di bidang ICT dan pengembangan SDM dengan mencari para donatur untuk beasiswa S2 dan S3 untuk dosen anggota APTIKOM. Juga dalam waktu dekat APTIKOM SULUT akan membangun fasilitas infrastruktur jaringan lokal untuk saling bagi pakai konten E-learning antar anggota APTIKOM di SULUT, demiikian sekilas visi dan misi yang disampaikan oleh ketua terpilih yang juga sebagai pemilik ISP (Internet Service Provider) terbesar di SULUT.

APTIKOM SULUT juga akan bersinergi dengan pemerintah Provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Utara untuk membangun ICT di daerah ini serta mencetak tenaga-tenaga ahli di bidang ini. APTIKOM akan membantu semua perguruan tinggi di SULUT yang membutuhkan jasa ICT untuk meningkatkan pembelajaran online (E-Learning) demi meningkatkan jumlah APK (Angka Partisipasi Kasar) tamatan SMA untuk merasakan pendidikan di perguruan tinggi sesuai dengan petunjuk Wakil Presiden RI dalam Forum Rektor Indonesia di Kota Semarang dua minggu yang lalu demikian tutup Lucky Mangkey yang juga sebagai Rektor di Universitas Nusantara Manado.

Rizky Angkat Bentor Jadi Maskot Kotamobagu

SAURAMANADO, Kotamobagu : Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Rizal Manoppo dan Lucky Mangkey(Rizky) usungan 14 partai gabungan non seat sudah memiliki berbagai program yang berbasis masyarakat. Saat ditanya mengenai rencana mereka untuk menata kendaraan andalam kota Kotamobagu, bentor rupanya pasangan ini visi yang jauh ke depan, menjadikan kota nenas tersebut sebagai kota bentor pertama di dunia.

“Kami akan mewujudkan Kotamobagu menjadi kota Bentor pertama di dunia”, ujar Lucky Mangkey. Menurutnya, bila terpilih nanti, pasangan Rizky berkomitmen membangun jalur koridor khusus bentor.

Meski belum melewati tes kesehatan namun pasangan Rizky optimis akan lolos menjadi salah satu kontestan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu periode 2013–2018.

“Intinya, kita tinggal menunggu juga hasil pleno dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu. Tapi kami yakin, akan bisa tampil dan bertarung dengan kandidat-kandidat lain”, katanya.

Sebelumnya hal senada dikatakan Rizal Manoppo, saat dihubungi via selulernya. Dia menyebutkan, meski belum sempat mengikuti tes kesehatan, namun khusus untuk pasangan Rizky mendapatkan toleransi dari KPU dalam melakukan tes kesehatan. “Pargab mendapat toleransi, tes kesehatan kandidat nanti menyusul. Karena, ada pergantian pasangan calon”, tandasnya. Sebelumnya, pasangan Tamang (Toan Tongkasi dan Lucky Mangkey) diganti oleh Pargab dengan pasangan Rizky (Rizal Manoppo dan Lucky Mangkey). /eg

 

Mangkey Kritik Pilkada Ajang Politik Transaksional

Sambutan Rektor UN Manado Lucky Mangkey, SE,M.Kom Pada Acara Wisuda Angkatan XIV

SUARAMANADO, Kotamobagu : Tujuan demokrasi politik adalah kesejahteraan. Sayangnya faktanya hal ini seperti jauh panggang dari api, kekuasaan politik berbanding terbalik dengan kesejahteraan rakyat.

 

Hal ini yang diungkap oleh Lucky Mangkey, M. Kom kepada SUARAMANADO.com usai mendaftarkan diri sebagai Calon Wakil Walikota dari partai gabungan non seat (tanpa kursi).

Keterpanggilan dirinya untuk maju dalam pentas kontestasi politik di Kotamobagu karena selama ini melihat adanya anomali politik dalam proses demokrasi. Hal ini, menurutnya sebetulnya sangat disadari oleh semua masyarakat. Acapkali berganti pemimpin, setiap kali itu pula rakyat hanya menjadi korban janji muluk para elit politik.

“Lihat saja bagaimana money politik dipraktekan secara kasat mata di panggung demokrasi kita. Bukan malu, takut atau rasa bersalah, malah para elit dan masyarakat sudah menjadikan money politik sebagai nilai positif (etis, red) dalam proses berpolitik”,ujar rektor Universitas Nusantara ini.

Keanehan seperti ini tentu tidak boleh dibiarkan. dan rakyat yang terus menjadi korban harus diadvokasi agar jangan berselingkuh dengan proses pembodohan ala elit politik yang hanya menakar suara rakyat dengan sejumlah uang puluhan dan ratusan ribu.

“Bagi saya, politik tetaplah cara terbaik untuk mencapai kekuasaan, tapi politik transaksional akan menemukan ajalnya asalkan rakyat bisa melek politik”,tandas ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer (APTIKOM) SULUT.

Karena itu, bagi Mangkey, meski mengerti bahwa pertarungan di kontestasi politik Kota Kotamobagu alot, namun dirinya optimis dia dan pasangannya, Toan Tongkasi akan mampu memenangkan hati rakyat dan menjadi tonggak bagi peneggakan demokrasi yang sebenarnya. (fer)